90.16%
  • raised Rp 275,000,000
  • Goal Rp 305,000,000
  • Day left 5 day(s) to end

Campaign description

Untuk perhitungan struktur Bangunan Storage Tank Facilities, Causeway, Trestle, dan Jetty, diperlukan beberapa data yang harus diambil sebagai dasar perencanaan dan pertimbangan sehingga dalam perencanaan ini diperoleh suatu bangunan yang aman, kuat, ekonomis dan tepat guna.

Adapun data-data tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Data Topografi
  2. Data Batimetri
  3. Data Survey Hidro-Oceanografi
  4. Data Meteorologi, dan
  5. Data Geoteknik

Data Topografi:

Pengukuran topografi diperlukan untuk mengetahui profil daratan. Profil ini berguna dalam penentuan area/lay-out guna membangun Fuel Storage Tank Facilities, serta fasilitas-fasilitas darat yang dibutuhkan seperti  jalan, gudang, kantor serta pengembangannya dimasa mendatang. Pengukuran topografi dikaitkan dengan elevasi BM di darat yang ditetapkan menggunakan nilai muka air laut rata-rata atau MSL berdasarkan survey pasang surut.

Data Batimetri:

Data bathimetry diperlukan untuk membuat peta bathimetri untuk mengetahui profil bawah laut dan lokasi trestle serta temporary jetty. Pengetahuan mengenai profil bawah laut berguna dalam tinjauan daerah perairan yang menyangkut luas, kedalaman perairan, alur pelayaran, penambatan, tempat labuh dan kemungkinan pengembangannya di masa mendatang.

Peta bathimetry merupakan peta yang menunjukan kontur kedalaman dasar laut/sungai dari posisi 0.00m LWS (low water spring). Dengan melihat data ini, maka dapat merencanakan trestle secara tepat agar kapal/tongkang aman untuk bermanuver sesuai dengan kebutuhannya.

Data Survey Hidro-Oecanografi:

Adalah kegiatan pengamatan dinamika air laut dan pengukuran sifat fisik air laut. Dinamika air laut ini meliputi :

  • Pergerakan arus air
  • Data pasang surut air laut/sungai

Data pasang surut diperlukan untuk menentukan elevasi muka air rencana dan bangunan-bangunan di lokasi. Data pasang surut berguna untuk mengetahui elevasi tertinggi dan terendah. Umumnya nilai elevasi tertinggi atau elevasi muka air pasang untuk menentukan tinggi trestle, sedangkan elevasi terendah atau muka air surut digunakan untuk menentukan alur kedalaman dalam pelayaran.

Data Meteorologi:

Yang terdiri dari :

  1. Analisa data angin, yang digunakan sebagai dasar dalam peramalan gelombang air. Peramalan tersebut berupa tinggi dan periode gelombang. Selain itu diperlukan data arah angin dan kecepatan angin yang berpengaruh di wilayah site location sehingga didapat angin dominan dengan mawar angin (wind rose).
  2. Analisa Fetch, yaitu daerah di mana kecepatan dan arah angin adalah konstan. Jarak fetch adalah jarak tanpa halangan diatas air dimana gelombang dibangkitkan oleh angin dan memiliki arah dan kecepatan yang konstan.

Data Geo-Teknik:

Dalam perencanaan ini dilakukan pengambilan data tanah dengan Soil Penetration Test berupa boring dan soil test (didarat dan dasar laut/sungai). Sehingga dapat memperoleh data geoteknik bawah permukaan yang meliputi parameter teknik dan fisik tanah/batuan disekitar rencana site location. Survey geoteknik ini juga diperlukan untuk perencanaan struktur bawah (pondasi) trestle.

Lokasi Pekerjaan:

Keterangan:

OUTPUT / HASIL SURVEY
1. Data Arus untu pengukuran kekuatan Jetty
2. Data Bathymetri sesuai dengan Area yang disepakati
3. Data Topografi Pantai untuk Pemasangan Piles
4. Data Pasang Surut untuk Penentuan Chart Datum, Bench Mark, dan LWS
5. Data Tanah yang diperlukan untuk konstruksi Jetty, dan Trestel Kapal Kapasitas 6000 – 10.000 KL

WAKTU PEKERJAAN
1. Pelasanaan Survey dan Pengamatan akan dilakukan minimal 2 (dua) minggu untuk mendapatkan data yang akurat mengenai lokasi rencana pembuatan Jetty
2. Pekerjaan Pembuatan Laporan Survey minimal 2 (dua) minggu by progres hingga 4 (empat) minggu tergantung dari jauh dekatnya lokasi proyek

KETERANGAN
1. Target ROI = 21%
2. Pembagian Loss & Profit Share secara proporsional dari hasil ROI setelah dikurangi biaya-biaya yang timbul

CONTOH PERHITUNGAN
1. Biaya Pekerjaan = IDR 239.540.000,-
2. Nilai Proyek = IDR 301.000.000,-
3. Biaya ditanggung oleh PT. Califilard Prima Indonesia 60% IDR 181.230.000,- sedangkan yang ditawarkan ke investor (pendana) IDR 119.770.000,- atau 40%
4. Estimasi keuntungan yang didapat = IDR 61.460.000,- maka untuk investor akan diberikan keuntungan 40%-nya atau sekitar IDR 24.455.000,-